“Bangku Pojok untuk Bima”
Bima adalah siswa baru yang pemalu dan jarang berbicara dengan siapa pun. Ia selalu dudiuk di bangku pojok kelas. Banyak teman yang tidak memperhatikannya karena mengira Bima hanya ingin sendiri.
Suatu hari saat istirahat, Dina melihat Bima kesulitan membawa buku-buku tebal ke perpustakaan. Dina spontan menawarkan bantuan. Dari sana, ia mengetahui bahwa Bima sebenarnya ingin berteman, tetapi takut ditolak karena masih menyesuaikan diri.
Dina kemudian mengenalkan Bima kepada teman-teman lain. Perlahan Bima menjadi lebih percaya diri. Sikap kecil Dina membuat suasana kelas menjadi lebih hangat. Pesan moral: kepedulian sederhana dapat membawa perubahan besar bagi orang lain.
Komentar
Posting Komentar